![]() |
| bayibalita.com |
Mengingat pentingnya periode ini dalam membina dan melatih keterampilan makan pada anak agar tidak terjadi masalah makan di kemudian hari, maka orang tua harus memberikan perhatian lebih terhadap hal ini.
Kesiapan anak untuk mulai makan makanan padat bersifat individual, antara anak yang satu dengan yang lainnya bisa berbeda. Oleh karena itu, perlu diperhatikan tanda-tanda bayi siap makan makanan padat, antara lain:
- Sudah bisa menegakkan kepala sendiri
- Bisa duduk dengan baik di kursi
- Bisa melakukan gerakan mengunyah
- Terlihat tertarik pada makanan
- Bisa menutup mulut jika dimasukkan sendok
- Bisa memindahkan makanan dari mulut bagian depan ke mulut bagian belakang
- Merespon dan membuka mulut saat disuapi makanan
- Hilang refleks menjulurkan lidah
- Bisa menggerakkan lidah dan tidak lagi mendorong makanan keluar dengan lidah
- Terlihat masih lapar setelah diberi 8 hingga 10 x ASI atau 1200 cc susu formula
- Mulai tumbuh gigi
- Berat badan meningkat hingga kira-kira sudah 2 x lipat berat badan ketika lahir
- ASI atau susu formula ditambah
- Bubur sereal beras atau bubur tepung beras
- Dilanjutkan dengan sereal biji-biji lainnya
- Bila sudah terlihat bisa makan, bisa ditambah bubur sayuran (misal ubi manis, labu kuning) atau bubur buah-buahan (misal pisang, apel, alpukat).
Bagaimana cara memberikannya?
- Mulai dari bubur tepung beras yang sangat encer satu hari sekali, kira-kira sebanyak ½ sendok makan pada percobaan pertama. Mengapa beras? Karena beras memiliki risiko alergi rendah.
- Jika bayi sudah mulai terbiasa makan, bisa ditambah porsinya atau kekentalan buburnya.
- Bisa menambahakan menu baru, satu rasa setiap kali menambah, jangan dicampur. Tunggu 4 hari untuk perkenalkan makanan baru kepada anak, agar terlihat apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap makanan itu.
- Susu sebaiknya jangan direbus karena akan merusak kandungan gizinya, cukup diseduh dengan air panas/ hangat.
- Beberapa orang menyarankan memberikan sayuran terlebih dahulu sebelum buah-buahan, sehingga bayi tidak lebih dulu mengenal manisnya buah.
- Jangan menambahkan garam atupun gula ke dalam menu makanan bayi.
- Kenalkan MPASI secara bertahap. Mulai dari yang bertekstur lembut dan encer serta hanya terdiri dari satu jenis makanan atau buah seperti puree buah-buahan yang mudah dicerna dan tidak merangsang. Kemudian meningkat dengan campuran dua macam atau lebih jenis makanan yang dihaluskan seperti bubur saring dan seterusnya.
- Saat makanan padat menyelingi jadwal minum susu, bayi perlu minum untuk memuaskan rasa hausnya dan membantu melancarkan kerja pencernaannya, dengan memberi minum air putih matang, sari buah segar/ jus buah atau makanan yang berkuah seperti jus bayam, air rebusan kacang hijau, dll.
- Pada saat memberikan nasi tim saring, dapat ditambahkan sumber lemak seperti 1 sendok teh minyak/ margarin atau santan karena beberapa vitamin (A, D, E, K) larut lemak.
- dr. Desie Dwi Wisudanti -
Di sadur dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar